Nasional

Peringatan Dini BMKG Jumat, 26 Maret 2021: 5 Wilayah Ini Berpotensi Hujan Petir & Angin Kencang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Informasi peringatan dini cuaca ekstrem berlaku untuk hari ini, Jumat (26/3/2021). Melalui laman resminya, memprediksi 5 wilayah berpotensi hujan petir dan angin kencang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Hari ini akan terjadi karena terdapat sirkulasi siklonik terpantau di Selat Karimata dan di Samudra Pasifik utara Papua Barat. Kondisi inilah yang membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Barat bagian utara, dari Semenanjung Malaya hingga Sumatera Barat. Konvergensi memanjang dari Laut Sulawesi hingga Sulawesi Tengah bagian utara, dari perairan barat Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tenggara, serta dari Samudra Pasifik utara Papua hingga perairan utara Halmahera.

Hal ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Aceh Sumatera Utara

Sumatera Barat Riau Bengkulu

Jambi Sumatera Selatan Lampung

Banten Jawa Barat Jawa Tengah

Yogyakarta Jawa Timur Bali

Nusa Tenggara Barat Kalimantan Barat Kalimantan Tengah

Kalimantan Utara Kalimantan Timur Sulawesi Utara

Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Barat

Sulawesi Tenggara Maluku Utara Maluku

Papua Barat Papua Kep. Riau

DKI Jakarta Nusa Tenggara Timur Kalimantan Selatan

Sulawesi Selatan Samudera Pasifik utara Biak Samudera Pasifik utara Papua Barat

Samudera Hindia barat Mentawai Samudera Hindia barat Bengkulu Samudera Hindia selatan Banten

Samudera Pasifik utara Halmahera bagian utara Samudera Pasifik utara Halmahera bagian selatan Perairan Halmahera Barat bagian utara

Perairan Loloda Perairan Morotai bagian utara Perairan Morotai bagian selatan

Laut Halmahera Laut Natuna Utara Samudera Hindia barat Lampung

Perairan Talaud Selat Malaka bagian tengah Perairan barat Aceh

Perairan Sibolga – Kep. Nias Perairan selatan Jawa Perairan utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur

Perairan Kalimantan Utara Selat Makassar Perairan Sulawesi Barat

Perairan utara Sulawesi Utara Laut Sulawesi Perairan Kep Seram hingga Buru

Teluk Cendrawasih Perairan Kaimana Perairan utara Papua

Pusat Tekanan Rendah (1005 hPa) terjadi di Samudera Pasifik timur Filipina. Pola sirkulasi udara terpantau di Perairan utara Papua Barat. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara Barat Daya dengan kecepatan 6 20 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur Tenggara dengan kecepatan 6 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Karimata, Perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makasar bagian selatan dan Perairan selatan Jawa. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Perahu Nelayan(Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m)

KapalTongkang(Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m) Kapal Ferry(Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m) Kapal Ukuran BesarsepertiKapal Kargo/Kapal Pesiar(Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggidiminta agartetap selalu waspada. Pembaruan informasi ini disampaikan pada Jumat (26/3/2021) oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Leave a Reply

Your email address will not be published.